Dengan adanya transisi energi global dan pesatnya perkembangan energi terbarukan, penerapan BMS penyimpanan energi menjadi semakin meluas. BMS penyimpanan energi merupakan bagian penting dari desain sistem penyimpanan energi baterai.
BMS adalah singkatan dari Battery Management System, yang merujuk pada sub-sistem yang digunakan untuk mengelola sistem penyimpanan energi baterai, termasuk pemantauan parameter seperti pengisian baterai, pengecasan, voltase, dll., estimasi SOC (State of Charge), SOH (State of Health), dan langkah-langkah perlindungan.
Fungsi utamanya adalah sebagai berikut:
1、Memantau dan mengontrol kondisi baterai
Sistem manajemen penyimpanan energi BMS dapat memantau parameter baterai seperti voltase, arus, suhu, SOC dan SOH, serta informasi lainnya tentang baterai.
2、Equalisasi SOC (State of Charge)
Selama penggunaan paket baterai, sering terjadi ketidakseimbangan dalam SOC baterai, yang mengurangi kinerja paket baterai atau bahkan menyebabkan kegagalan baterai. Sistem Manajemen Energi BMS dapat menyelesaikan masalah ini melalui teknologi penyamaan baterai, yaitu dengan mengontrol pembubaran dan pengisian ulang antar baterai, sehingga SOC semua unit baterai tetap sama. Penyamaan bergantung pada apakah energi baterai dikuras atau dipindahkan antar baterai, dan dapat dibagi menjadi dua mode: penyamaan pasif dan penyamaan aktif.
3、t untuk mencegah pengisian ulang berlebihan atau pembubaran berlebihan baterai
Overcharging atau overdischarging baterai adalah masalah yang dapat dengan mudah terjadi pada paket baterai, dan baik pengisian daya maupun pengecasan yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan pada komponen paket baterai. Over-discharging dan over-charging baterai dapat mengakibatkan penurunan kapasitas komponen baterai, atau bahkan membuatnya tidak dapat digunakan. Oleh karena itu, BMS penyimpanan energi digunakan untuk mengontrol tegangan baterai selama pengisian baterai untuk memastikan status real-time baterai dan untuk menghentikan pengisian ketika baterai mencapai kapasitas maksimumnya.
4. Memastikan pemantauan jarak jauh dan alarm sistem.
Sistem BMS penyimpanan energi dapat mentransmisikan data melalui jaringan nirkabel dan cara lain untuk mengirim data real-time ke ujung pemantauan, sementara pesan deteksi kesalahan dan peringatan dapat dikirim secara berkala sesuai dengan pengaturan sistem. Sistem BMS penyimpanan energi juga mendukung alat laporan dan analisis yang fleksibel yang dapat menghasilkan data historis dan catatan peristiwa dari baterai dan sistem untuk mendukung pemantauan data dan diagnosis kesalahan.
5、Menyediakan berbagai fungsi perlindungan
Sistem BMS penyimpanan energi dapat menyediakan berbagai fungsi perlindungan untuk mencegah masalah seperti hubungan singkat baterai dan arus berlebih, dan untuk memastikan komunikasi yang aman antara komponen baterai. Pada saat yang sama, ia juga dapat mendeteksi dan menangani kecelakaan seperti kegagalan unit dan kegagalan titik tunggal.
6、C Mengontrol suhu baterai
Suhu baterai adalah salah satu faktor penting yang mempengaruhi kinerja dan umur baterai. Sistem Manajemen Energi BMS dapat memantau suhu baterai dan mengambil tindakan efektif untuk mengontrol suhu baterai agar mencegah kerusakan pada baterai yang disebabkan oleh suhu terlalu tinggi atau terlalu rendah.
Singkatnya, sistem manajemen energi BMS dapat memberikan pemantauan dan kontrol komprehensif terhadap sistem penyimpanan baterai untuk memastikan keselamatan, stabilitas, dan kinerjanya, sehingga mencapai hasil terbaik untuk sistem penyimpanan energi. Selain itu, sistem manajemen energi BMS dapat meningkatkan umur dan keandalan sistem penyimpanan energi, mengurangi biaya pemeliharaan dan risiko operasional, serta menyediakan solusi penyimpanan energi yang lebih fleksibel dan dapat diandalkan.